Panduan Memilih Asuransi Jiwa yang Tepat - Premi Terjangkau - Manfaat Terjamin

Panduan Memilih Asuransi Jiwa yang Tepat

[et_pb_section bb_built=”1″][et_pb_row][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text _builder_version=”3.6″]

Sudah sadar akan pentingnya asuransi untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi masih bingung memilih mana yang cocok? Untuk membantu Anda, berikut adalah 4 hal yang perlu Anda ketahui sebelum mulai berburu asuransi jiwa.

1. Pahami alasan Anda mengajukan permohonan asuransi

Asuransi jiwa dirancang untuk menyediakan keluarga dengan keamanan finansial setelah kematian pasangan atau orangtua. Selain itu, asuransi jiwa dapat memberikan ketenangan pikiran bagi pemegang polis. Perlindungan asuransi jiwa dapat membantu membayar cicilan rumah atau properti, biaya kuliah, membiayai masa pensiun, mendanai warisan, dan merupakan kunci dari perencanaan perumahan. Itulah sebabnya asuransi jiwa sangat penting bagi anak-anak dari keluarga dengan sumber penghasilan tunggal, tapi juga akan penting bagi pasangan yang tidak bekerja.

Jika Anda merupakan pencari nafkah pada orang-orang lain secara finansial, Anda membutuhkan asuransi jiwa. Hampir wajib hukumnya jika Anda memiliki pasangan menikah atau orangtua dengan anak-anak yang masih bergantung pada keuangan Anda. Tapi Anda juga mungkin memerlukan asuransi jiwa jika Anda merupakan pasangan bercerai, anak dari orangtua yang bergantung pada Anda, saudara/i kandung dari orang dewasa yang bergantung pada Anda, seorang pegawai, pemilik usaha, atau mitra bisnis. Jika Anda pensiun dengan kondisi keuangan stabil atau mandiri secara finansial, dan tidak ada pihak yang akan mengalami kesulitan keuangan jika Anda meninggal, maka Anda tidak perlu asuransi jiwa. Bagaimanapun, Anda mungkin dapat mempertimbangkan mengajukan permohonan asuransi jiwa sebagai alat keuangan strategis.

2. Tentukan jumlah uang pertanggungan yang Anda perlukan

Jumlah uang pertanggungan yang akan diterima oleh keluarga atau pewaris Anda setelah kematian Anda disebut dengan klaim Death Benefit. Sederhananya, untuk menentukan estimasi kasar dari banyak Death Benefit Anda dengan mengalikan delapan gaji tahunan Anda. Cara lainnya adalah, mengalikan pendapatan tahunan Anda dengan banyak jumlah tahun yang tersisa sebelum keuntungan pensiun Anda mulai bisa dipanen. Metode yang lebih rinci adalah dengan menambahkan estimasi biaya bulanan keluarga yang dibutuhkan sepeninggalnya Anda. Jangan lupa untuk menyertakan satu kali biaya mengurus proses kematian dan biaya berlanjut, seperti uang sekolah anak atau kredit rumah. Ambil total biaya berlanjut dan bagi dengan 0,07. Hal ini menunjukkan Anda akan menginginkan untuk mendapat pemasukan uang sekitar 7% setiap tahun untuk bisa menutup biaya berlanjut tersebut. Tambahkan hasil tersebut ke jumlah uang yang Anda butuhkan untuk menutupi biaya satu-kali, dan Anda akan mendapatkan perkiraan angka kasar seberapa banyak Anda yang Anda butuhkan untuk asuransi jiwa.

Yang perlu diingat, penghitungan kasar seperti ini hanya sekadar memberikan bayangan. Menggunakan perkiraan ini, bagaimanapun juga, akan membantu banyak saat Anda diharuskan berdiskusi dengan agen asuransi profesional di dunia nyata.

3. Menentukan polis yang tepat

Setelah Anda mengetahui berapa banyak cakupan biaya yang Anda perlukan, Anda dapat mulai memikirkan jenis polis asuransi terbaik untuk memenuhi kebutuhan Anda. Polis adalah kontrak antara perusahaan asuransi jiwa dan pihak pemohon (atau kadang benda, misalnya dana perwalian) yang memiliki kepentingan keuangan dalam hidup dan kesejahteraan orang lain. Perusahaan asuransi akan mengumpulkan premi dari pemegang polis dan membayarkan klaim setelah kematian Anda. Selisih jumlah antara premi yang ditabung dan yang dikeluarkan untuk membayarkan klaim adalah laba milik perusahaan.

Ada dua pilihan polis: asuransi term life atau asuransi permanent life. Bedanya:
• Term life, alias asuransi berjangka, adalah yang paling sederhana dan paling umum ditemukan. Perusahaan jiwa merancang kebijakan premi berdasarkan probabilitas bahwa pihak Tertanggung (Anda sebagai pembayar premi) akan mati dalam jangka waktu tertentu, berdasarkan pemeriksaan kesehatan — umumnya 10, 20, atau 30 tahun. Premi dijamin untuk sepanjang jangka waktu yang dipilih, setelahnya biaya polis menjadi terlalu tinggi untuk dipertahankan atau Anda membiarkannya hilang. Ini berarti Anda sangat mungkin untuk membayarkan premi selama puluhan tahun dan tidak pendapatk keuntungan apapun. Kabar baiknya, artinya Anda masih baik-baik saja dan mengalahkan “takdir” vonis mati yang ditentukan oleh pihak perusahaan.
• Asuransi jiwa permanen, dirancang menggunakan perhitungan waktu kematian yang sama dengan asuransi term life, namun juga mencakup mekanisme tabungan. Mekanisme ini, sering dirujuk sebagai “nilai tunai”, dirancang untuk membantu polis bertahan lama.
Selain term dan permanent life, masih banyak jenis polis lain di pasaran. Direkomendasikan untuk Anda mengeksplorasi banyak pilihan sebelum mulai memantapkan hati.

4. Bijaksana memilih perusahaan asuransi

Anda ingin memastikan Anda memilih perusahaan asuransi yang dapat mendukung Anda secara stabil, dan yang akan menginvestasikan premi Anda dengan bijaksana guna membayarkan klaim dari pemegang polis. Ada baiknya untuk meneliti secara menyeluruh dan membandingkan semua fasilitas dan keuntungan dari pilihan perusahaan asuransi Anda, misalnya Accidental Death & Dismemberment Benefit (AADB, asuransi tambahan yang akan memberikan santunan jika pihak Tertanggung mengalami kecelakaan maut yang menyebabkan kematian, atau cedera berat yang melumpuhkan — seperti luka bakar atau kehilangan fungsi organ/anggota tubuh akibat kecelakaan).

Alternatif lainnya, Anda bisa berkonsultasi dengan konsultan keuangan yang bisa membantu mempertimbangkan segala faktor keuangan Anda, kebutuhan Anda, dan kebutuhan keluarga Anda. Jadi tunggu apa lagi yuk hubungi kami atau Anda bisa memberikan komentar pada kolom di bawah.

[/et_pb_text][et_pb_image _builder_version=”3.6″ src=”https://pruforlife.com/wp-content/uploads/2020/03/banner-BLOG-01.jpg” /][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *