15 Alasan Perlu Punya Asuransi Kesehatan Segera! - Premi Terjangkau - Manfaat Terjamin

15 Alasan Perlu Punya Asuransi Kesehatan Segera!

[et_pb_section bb_built=”1″][et_pb_row][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text _builder_version=”3.6″]

Saat ini asuransi sudah menjadi kebutuhan pokok bagi generasi muda. Bukan untuk gaya-gayaan tentunya tetapi lebih kepada melindungi diri kita dan juga keluarga yang ada disekelilingnya. Banyak contoh disekitar kita baik orang muda maupun tua yang sudah terkena sakit kritis secara tiba-tiba dan pada akhirnya menimbulkan masalah finansial. Misalnya saja aktris Pevita Pearce yang tiba-tiba mengumumkan kalau dia memiliki tiga tumor payudara. Pevita pun langsung menjadwalkan operasi pengangkatan tumor. Bukannya menakut-nakuti, tapi risiko terkena penyakit mematikan ada pada setiap orang. Meski pengobatan semakin canggih, fasilitas ini diikuti dengan harga yang mahal pula. Peluang untuk sembuh sama besarnya dengan peluang menjadi bangkrut.

Lantas bagaimana cara untuk mencegah risiko bangkrut? Jangan membuat diri kita menjadi beban. Asuransi kesehatan adalah jawabannya. Berikut 15 alasan kenapa zaman sekarang Anda harus punya asuransi kesehatan segera sekarang juga.

1. Saat sakit, harus rawat inap, atau didiagnosis penyakit berat sekalipun, Anda tidak perlu merepotkan keluarga dan terutama orangtua yang sudah banyak berkorban untukmu. Hati lebih tenang untuk memikirkan kondisi kesehatan dari pada memikirkan biaya rumah sakit.

2. Jika Anda punya anggota keluarga yang meninggal dunia karena terkena kanker, Anda pun berpeluang mengidap penyakit sama. Segera lindungi diri dengan asuransi kesehatan sakit kritis sejak dini.

3. Biaya kesehatan mengalami kenaikan sebesar 13 persen setiap tahunnya. Hal ini membuat biaya rawat inap akan meningkat dari tahun ke tahun.

4. Rata-rata kenaikan biaya kesehatan di Indonesia akan selalu lebih tinggi dibandingkan rata-rata kenaikan gaji. Risiko bangkrut saat pensiun sangat besar karena Anda tidak mungkin mengandalkan uang pensiun untuk membayar biaya kesehatan.

5. Meski Anda punya dana darurat, biaya operasi penyakit kronis tidak bisa dibilang murah. Misalnya biaya bypass jantung bisa mencapai Rp150 juta-Rp 250 juta, cuci darah bisa mencapai Rp 6,5 juta-Rp 10 juta, diabetes dengan komplikasi seperti penyakit jantung membutuhkan biaya hingga Rp 80 juta, dan ini termasuk biaya rawat inap serta obat.

6. Semakin muda Anda punya asuransi atau mendaftar asuransi, maka premi asuransi yang harus Anda bayarkan juga semakin ringan. Ini karena pihak asuransi menilai, di usia muda risiko terkena penyakit kronis juga kecil.

7. Asuransi kesehatan tidak mahal. Jika Anda tak mau membayar premi mahal, pilihlah asuransi kesehatan murni.
Asuransi kesehatan ini tidak datang sepaket dengan asuransi lain seperti asuransi jiwa, sehingga penggunaan premi yang dibayarkan nanti benar-benar fokus untuk pertanggungan biaya kesehatan. Asuransi murni ini tidak memotong biaya terlalu besar.

8. Asuransi kesehatan ribet? Saat ini sudah ada sistem cashless. Sistem ini membuat Anda hanya perlu membawa kartu khusus yang dikeluarkan oleh pihak asuransi. Anda tidak perlu telepon untuk klaim ke pihak asuransi, juga tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah banyak untuk membayar down-payment tinggal gesek dan semua biaya perawatan pun terbayar.

9. Wanita yang berminat membangun keluarga alias melahirkan dan punya anak, sangat membutuhkan perlindungan asuransi. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, rata-rata angka kematian ibu (AKI) tercatat mencapai 359 per 100 ribu kelahiran hidup. Rata-rata kematian ini meningkat dibanding hasil SDKI 2007 yang mencapai 228 per 100 ribu. Walau beberapa pihak masih ada yang menolak pada hasil survei ini, namun dapat disimpulkan bila perlindungan terhadap risiko melahirkan sangat diperlukan.

10. Mengacu pada data Yayasan Kanker Indonesia (YKI) tahun 2013, saat ini wanita Indonesia rentan untuk terserang 44 penyakit kritis antara lain kanker serviks, kanker payudara, jantung, dan stroke. Fakta menyebutkan tiap hari ada 40 wanita Indonesia yang terkena kanker serviks. Tidak salah bila pemerintah melalui Peraturan Menteri Nomor 7 Tahun 2013 tentang Asuransi Pelayanan Kesehatan Nasional, menempatkan kanker serviks menjadi prioritas ketiga setelah diabetes mellitus tipe dua dan hipertensi untuk mendapatkan asuransi.

11. Kanker payudara menjadi pembunuh wanita nomor 1 di Indonesia, dan 1 dari 8 wanita Indonesia berisiko terkena kanker payudara.
Selain itu berdasarkan data Kementerian Kesehatan 2013, jumlah pasien rawat jalan maupun rawat inap karena kanker payudara mencapai 12.014 orang. Dibutuhkan biaya besar untuk benar-benar sembuh total.

12. Tidak perlu merasa rugi telah membayar premi namun sama sekali tidak melakukan klaim. Lantaran ada produk asuransi yang memberlakukan pengembalian premi sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

13. Sudah punya BPJS kesehatan? Kalau Anda punya BPJS dan asuransi kesehatan swasta, Anda bisa memaksimalkan keuntungan dengan cara koordinasi manfaat.

14. Anda doyan makan? Kalau ya, Anda wajib membekali diri dengan asuransi kesehatan. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, angka obesitas dan masalah berat badan meningkat dibandingkan tahun 2010, yakni pada 2010 pria gemuk berjumlah sekitar 15 persen dari total populasi sedangkan di tahun 2014 menjadi 20 persen. Sementara itu pada wanita dari 26 persen menjadi 35 persen. Gaya hidup tak menjaga asupan makanan ini sangat rentan terkena penyakit.

15. Agen asuransi akan sangat senang membantu Anda dalam memberikan informasi tentang manfaat dan juga proses klaim bagi nasabahnya. Selain itu pilih juga agen asuransi yang cocok dan mau melayani Anda untuk jangka panjang.

Bagus kan informasi di atas, jika ada tambahan silahkan tulis dikolom komentar ya.

[/et_pb_text][et_pb_image _builder_version=”3.6″ src=”https://pruforlife.com/wp-content/uploads/2020/03/banner-BLOG-01.jpg” /][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *